7 Tips Menghemat Ongkos Kirim Belanja Online

7 Tips Menghemat Ongkos Kirim Belanja Online

19 Juni 2026 5 menit baca

Dulu Boros Ongkir, Sekarang Berhasil Hemat 50%

Jujur, dulu saya adalah tipe orang yang tidak memperhitungkan ongkos kirim. Mau membeli barang seharga 50 ribu dengan ongkir 30 ribu, tetap saya lakukan. Hingga suatu hari saya menghitung pengeluaran bulanan, dan ternyata ongkos kirim bisa mencapai 500 ribu per bulan. Sangat signifikan, bukan?

Sejak saat itu, saya mulai melakukan riset dan eksperimen untuk menghemat ongkir. Setelah bertahun-tahun mencoba berbagai metode, saya berhasil menemukan 7 tips yang benar-benar efektif. Sekarang ongkos kirim saya hanya sekitar 200-250 ribu per bulan. Cukup menghemat, bukan?

Tip #1: Manfaatkan Program Gratis Ongkir dari Marketplace

Ini sudah menjadi rahasia umum, namun banyak yang belum memanfaatkannya secara optimal. Shopee, Tokopedia, Lazada, semuanya memiliki program gratis ongkir. Namun ada syarat dan ketentuan yang perlu Anda pahami:

Shopee

  • Gratis ongkir dengan minimum belanja 0 rupiah (namun ada batas kuota per bulan)
  • Voucher gratis ongkir biasanya tersedia di halaman utama atau tab "Voucher"
  • Berlaku untuk kurir tertentu (biasanya Shopee Express, SiCepat, J&T)

Tokopedia

  • Gratis ongkir dengan minimum belanja 30 ribu
  • Harus menggunakan kode promo yang dapat di-claim di halaman produk
  • Berlaku untuk kurir JNE, SiCepat, AnterAja
Pro tip: Jika Anda ingin membeli banyak barang kecil, lakukan checkout satu per satu agar mendapatkan gratis ongkir berkali-kali. Namun pastikan prosesnya tidak terlalu merepotkan.

Tip #2: Beli dalam Jumlah Banyak (Bulk Purchase)

Baru-baru ini saya membeli 5 casing HP sekaligus dari satu penjual. Ongkos kirimnya hanya 15 ribu. Jika saya membeli satu per satu, ongkos kirimnya bisa 15 ribu x 5 = 75 ribu. Jadi saya menghemat 60 ribu hanya dengan membeli secara bersamaan.

Namun ada catatan penting:

  • Pastikan penjual terpercaya (rating di atas 4.5 bintang)
  • Cek ketersediaan stok terlebih dahulu, jangan sampai ada yang kosong
  • Hitung total biaya (harga barang + ongkir) agar tidak merugikan

Tip #3: Pilih Kurir dengan Ongkos Kirim yang Lebih Terjangkau

Tidak semua kurir memiliki tarif ongkos kirim yang sama. Berdasarkan pengalaman, berikut urutan kurir dari yang paling terjangkau:

  1. Pos Indonesia - Paling terjangkau, namun agak lama (3-7 hari)
  2. SiCepat REG - Terjangkau dan cepat (2-4 hari)
  3. JNE REG - Sedang, reliable (2-4 hari)
  4. J&T - Sedang, terkadang ada promo (2-4 hari)
  5. AnterAja - Agak mahal, namun pelayanan bagus (2-3 hari)

Namun perlu diingat, terjangkau belum tentu bagus. Jika barang Anda rapuh atau bernilai tinggi, sebaiknya pilih kurir yang lebih reliable meskipun agak mahal.

Tip #4: Manfaatkan Promo Ongkir dari Bank/E-Wallet

Ini yang sering terlupakan. Banyak bank dan e-wallet yang memberikan cashback atau diskon ongkir:

  • GoPay: Cashback ongkir 50% (maksimal 10 ribu) setiap hari Jumat
  • OVO: Diskon ongkir 30% (maksimal 15 ribu) untuk pengguna Premier
  • DANA: Voucher ongkir 20 ribu dengan minimum belanja 100 ribu
  • ShopeePay: Cashback ongkir 100% (maksimal 20 ribu) untuk pengguna baru

Saya biasa menggunakan GoPay + voucher Shopee, sehingga bisa mendapatkan diskon ganda. Cukup menghemat, bukan?

Tip #5: Beli dari Penjual yang Berlokasi Dekat

Ini sederhana namun efektif. Ongkos kirim dari Jakarta ke Jakarta pasti lebih terjangkau daripada Jakarta ke Papua. Jadi sebelum checkout, cek terlebih dahulu lokasi penjual.

Di Tokopedia, Anda dapat memfilter "Lokasi Penjual" di halaman pencarian. Pilih kota Anda atau kota terdekat. Di Shopee juga tersedia filter serupa.

Catatan: Terkadang penjual yang dekat justru lebih mahal harganya. Jadi hitung total (harga + ongkir) terlebih dahulu sebelum membeli.

Tip #6: Ikuti Flash Sale dan Event Belanja

Tanggal kembar (9.9, 10.10, 11.11, 12.12) adalah saat marketplace memberikan promo besar-besaran. Ongkir bisa gratis total, bahkan ada yang memberikan cashback hingga 100%.

Namun ada strateginya:

  • Siapkan wishlist dari jauh-jauh hari
  • Lakukan checkout tepat pukul 00.00 (biasanya promo terbaik tersedia di jam ini)
  • Gunakan fitur auto-checkout jika marketplace menyediakannya
  • Hindari checkout di jam sibuk (10.00 - 14.00), biasanya voucher sudah habis

Tip #7: Negosiasi Ongkir Langsung dengan Penjual

Ini adalah tips advanced yang tidak banyak diketahui. Jika Anda membeli barang mahal (di atas 500 ribu), cobalah menghubungi penjual dan meminta diskon ongkir.

Contoh chat yang biasa saya gunakan:

"Halo kak, saya ingin membeli [nama produk] yang harganya 750 ribu. Bolehkah meminta diskon ongkir atau free ongkir kak? Saya sering membeli di toko kakak."

Banyak penjual yang bersedia memberikan diskon ongkir, terutama jika Anda adalah pelanggan setia. Saya pernah mendapatkan free ongkir Jakarta-Surabaya (yang seharusnya 40 ribu) hanya dengan negosiasi.

Bonus: Cara Cek Ongkir Sebelum Belanja

Sebelum checkout, selalu cek ongkir terlebih dahulu agar tidak terkejut. Ada beberapa cara:

  1. Di halaman produk marketplace - Biasanya ada kalkulator ongkir otomatis
  2. Website resmi kurir - JNE, SiCepat, J&T memiliki kalkulator ongkir di website mereka
  3. cekresi.app - Dapat mengecek ongkir berbagai kurir dalam satu tempat

Saya biasa mengecek di cekresi.app karena dapat membandingkan ongkir semua kurir sekaligus. Jadi tinggal memilih yang paling terjangkau.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menghemat Ongkir

  • Terlalu fokus pada gratis ongkir, mengabaikan kualitas barang - Tidak ada gunanya gratis ongkir jika barangnya berkualitas buruk
  • Membeli barang yang tidak diperlukan hanya karena gratis ongkir - Ini adalah perilaku impulsif, bukan penghematan
  • Tidak membandingkan harga total - Terkadang barang mahal + ongkir terjangkau lebih mahal daripada barang terjangkau + ongkir mahal
  • Lupa mengklaim voucher - Voucher tidak otomatis digunakan, harus di-claim terlebih dahulu

Kesimpulan

Menghemat ongkir bukan berarti pelit, melainkan belanja cerdas. Dengan 7 tips di atas, Anda dapat menghemat hingga 50% dari pengeluaran ongkir bulanan. Dan yang terpenting, barang yang dibeli tetap berkualitas.

Coba praktikkan satu per satu, mulai dari yang paling mudah (memanfaatkan gratis ongkir marketplace). Jika sudah terbiasa, baru coba tips yang lebih advanced seperti negosiasi dengan penjual.

Semoga bermanfaat. Jika Anda memiliki tips lain, silakan bagikan di kolom komentar. Siapa tahu dapat membantu orang lain yang sedang mencari cara menghemat ongkir.

Selamat berbelanja!